Gomotogp.id – Como vs Roma akan menjadi salah satu pertandingan menarik pada pekan keenam Serie A 2026/2027 yang berlangsung di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Minggu, 11 Oktober 2026. Laga ini mempertemukan Como asuhan Cesc Fabregas dengan Roma yang kini ditangani Gian Piero Gasperini, dengan kick-off dijadwalkan pukul 12.30 CEST atau 17.30 WIB. Berdasarkan performa kedua tim hingga 25 September 2026, Roma datang dengan catatan belum terkalahkan di Serie A, sementara Como baru saja mengalami kekalahan pertama musim ini dari Frosinone.
Pertandingan Como vs Roma juga menarik karena kedua klub memiliki rekam pertemuan yang relatif berimbang dalam beberapa musim terakhir. Pada pertemuan terakhir di Sinigaglia, 15 Maret 2026, Como menang 2-1 atas Roma, setelah sebelumnya Roma memenangkan pertemuan di Olimpico dengan skor 1-0 pada Desember 2025.
Baca Juga: Prediksi Skor Napoli vs Frosinone 11 Oktober 2026
Jadwal dan Konteks Como vs Roma
Laga Como vs Roma merupakan pertandingan giornata keenam Serie A musim 2026/2027. Jadwal resmi yang tercantum di situs Roma menempatkan pertandingan di Stadio Giuseppe Sinigaglia pada Minggu, 11 Oktober pukul 12.30 CEST. LaLiga juga mencatat duel tersebut sebagai pertandingan pekan keenam kompetisi Serie A.
Pertandingan ini datang setelah jeda internasional, sehingga kondisi pemain menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Roma memiliki sejumlah pemain yang tidak mengikuti agenda tim nasional karena masalah fisik, sementara banyak pemain lainnya tetap menjalani tugas internasional selama jeda tersebut. Karena pertandingan masih lebih dari dua pekan dari tanggal artikel ini dibuat, susunan pemain final dan kondisi kebugaran sejumlah pemain masih dapat berubah.
Bagi Como, pertandingan kandang ini menjadi kesempatan untuk kembali ke jalur positif setelah kekalahan 0-2 dari Frosinone pada 20 September. Sebelum hasil tersebut, Como mencatat hasil positif dalam beberapa pertandingan awal Serie A dan bahkan meraih kemenangan besar 4-1 atas RB Leipzig pada debut mereka di fase liga Liga Champions.
Sementara itu, Roma membawa momentum yang cukup kuat. Tim Gasperini membuka musim dengan empat kemenangan beruntun di Serie A sebelum bermain imbang 2-2 melawan Inter pada 19 September. Hasil tersebut membuat Roma tetap berada di papan atas setelah lima pertandingan.
Performa Terkini Como Menjelang Laga
Como memulai musim 2026/2027 dengan performa yang cukup produktif. Dalam empat pertandingan Serie A pertama, mereka bermain imbang 1-1 melawan Udinese, menang 2-1 atas Napoli, menang telak 4-1 di markas Genoa, kemudian menundukkan Parma 2-1. Rangkaian tersebut menempatkan Como sebagai salah satu tim yang mampu memberikan tekanan kepada klub-klub dengan ambisi besar.
Kemenangan atas Napoli menjadi salah satu hasil penting karena Como mampu mencetak dua gol di markas lawan. Mereka kemudian melanjutkan momentum tersebut saat menghadapi Genoa dan mencetak empat gol. Performa ofensif ini memperlihatkan bahwa tim Fabregas memiliki kemampuan untuk menghasilkan peluang ketika mendapatkan ruang di area pertahanan lawan.
Pada 10 September, Como juga tampil meyakinkan di Liga Champions. Debut kandang mereka di kompetisi tersebut berakhir dengan kemenangan 4-1 atas RB Leipzig. Martin Baturina, Anastasios Douvikas, Assane Diao, dan Máximo Perrone tercatat sebagai pencetak gol, sementara Nico Paz memberikan kontribusi penting dengan dua assist.
Namun, hasil melawan Frosinone memperlihatkan sisi lain dari Como. Mereka kalah 0-2 meski menciptakan sejumlah peluang dan memiliki 27 tembakan berbanding 22 milik lawan menurut data pertandingan yang tersedia. Masalah utamanya bukan semata-mata jumlah peluang, tetapi efektivitas dalam mengubah kesempatan menjadi gol.
Faktor Kunci Como
Salah satu pemain yang layak diperhatikan dalam Como vs Roma adalah Nico Paz. Gelandang serang tersebut terlibat dalam sejumlah momen ofensif penting Como pada awal musim, termasuk memberikan assist dalam kemenangan atas Parma dan tampil produktif saat melawan Leipzig.
Martin Baturina juga menjadi pemain penting setelah mencetak gol dalam laga pembuka Liga Champions Como. Kecepatan perpindahan bola dan kemampuan pemain-pemain kreatif Como untuk menemukan ruang di antara lini tengah dan pertahanan lawan dapat menjadi elemen penting ketika mereka menghadapi blok pertahanan Roma.
Di lini depan, keberadaan Moise Kean dan Anastasios Douvikas memberikan pilihan berbeda bagi Fabregas. Kean dapat menawarkan kekuatan fisik dan pergerakan langsung, sedangkan Douvikas telah menunjukkan kemampuan mencetak gol dalam situasi pertandingan Eropa. Komposisi tersebut membuat Como memiliki beberapa opsi untuk mengubah pendekatan permainan.
Performa Terkini Roma
Roma memasuki Como vs Roma dengan modal lima pertandingan Serie A tanpa kekalahan. Mereka mengawali kompetisi dengan empat kemenangan berturut-turut sebelum menghadapi Inter pada giornata kelima. Dalam pertandingan tersebut, Roma sempat unggul 2-0 melalui dua gol Manu Koné, tetapi Inter bangkit dan memaksakan hasil akhir 2-2 lewat dua gol Lautaro Martínez.
Sebelum hasil imbang tersebut, Roma mengalahkan Torino 2-0 di Stadio Olimpico Grande Torino. Donyell Malen mencetak gol pertama pada menit ke-40, sedangkan Niccolò Pisilli memastikan kemenangan melalui gol pada menit ke-90. Roma juga tampil cukup solid dalam menjaga keunggulan hingga akhir pertandingan.
Di kompetisi Eropa, Roma bermain imbang 1-1 melawan Fenerbahce pada 10 September. Bryan Cristante membawa Roma unggul sebelum Archie Brown menyamakan kedudukan pada awal babak kedua. Hasil tersebut menunjukkan bahwa Roma tetap mampu menciptakan peluang di laga tandang, meski belum selalu dapat mempertahankan keunggulan.
Pertandingan melawan Inter menjadi contoh paling jelas mengenai karakter Roma di bawah Gasperini. Roma mampu mencetak dua gol di babak pertama, tetapi tekanan Inter setelah jeda membuat pertandingan berubah. Lautaro Martínez mencetak dua gol, termasuk penyama kedudukan pada menit ke-79.
Kondisi Pemain Roma
Salah satu aspek yang harus dipantau dalam prediksi Como vs Roma adalah kondisi tiga pemain Roma, yakni Donyell Malen, Bryan Cristante, dan Wesley. Ketiganya tidak bergabung dengan tim nasional masing-masing selama jeda internasional karena persoalan fisik yang berbeda.
Malen mengalami masalah pada lutut setelah pertandingan melawan Inter. Penyerang Belanda tersebut menjadi salah satu pemain paling produktif Roma pada awal musim dan dilaporkan telah mencetak enam gol di Serie A hingga saat itu. Kondisinya masih akan dipantau sebelum kompetisi klub kembali bergulir.
Wesley juga mengalami masalah otot pada paha kanan setelah laga melawan Inter, sementara Cristante mengalami masalah pada bagian punggung bawah. Laporan terbaru menyebutkan ketiganya tetap berada di Trigoria untuk menjalani pemulihan dan belum dianggap mengalami cedera serius.
Karena itu, prediksi susunan pemain Como vs Roma yang dibuat jauh sebelum pertandingan harus diperlakukan sebagai gambaran awal, bukan susunan resmi. Tim medis dan staf pelatih masih memiliki waktu untuk menentukan siapa yang benar-benar siap bermain pada 11 Oktober.
Head to Head Como vs Roma
Riwayat pertemuan menjadi salah satu alasan laga Como vs Roma sulit diprediksi hanya berdasarkan posisi klasemen. Dalam empat pertemuan Serie A terakhir sejak Desember 2024, Como dan Roma sama-sama mengoleksi dua kemenangan. Tidak ada hasil imbang dalam empat pertandingan tersebut.
Pertemuan di Sinigaglia pada 15 Desember 2024 berakhir dengan kemenangan Como 2-0. Roma kemudian membalas dengan kemenangan 2-1 di Olimpico pada 2 Maret 2025, sebelum kembali mengalahkan Como 1-0 pada Desember 2025. Pada Maret 2026, Como kembali menang 2-1 di kandang sendiri.
Data tersebut memperlihatkan bahwa faktor kandang cukup menarik dalam duel ini. Dua pertandingan terakhir di Sinigaglia berakhir dengan kemenangan Como, sedangkan Roma memenangkan pertandingan ketika bermain di Olimpico. Secara historis, catatan keseluruhan memang masih lebih menguntungkan Roma, tetapi pertemuan terbaru menunjukkan persaingan yang jauh lebih ketat.
Dalam empat pertemuan Serie A terakhir, total gol yang tercipta adalah sembilan, dengan Como mencetak lima dan Roma empat. Rata-rata gol dalam rangkaian pertandingan tersebut mencapai 2,25 per laga, sementara tiga dari empat pertandingan menghasilkan sedikitnya dua gol.
Analisis Taktik Como vs Roma
Secara taktik, Como vs Roma berpotensi menjadi duel antara pendekatan penguasaan bola dan agresivitas pressing. Fabregas telah membangun Como dengan orientasi permainan yang berani, terutama ketika tim memiliki pemain kreatif seperti Nico Paz dan Baturina.
Como kemungkinan akan berusaha mengontrol fase awal melalui sirkulasi bola dari lini belakang. Ketika Roma melakukan tekanan tinggi, kemampuan Como keluar dari tekanan akan menjadi salah satu aspek yang menentukan apakah mereka dapat membangun serangan dengan teratur atau justru kehilangan bola di area berbahaya.
Di sisi lain, Roma di bawah Gasperini dikenal dengan pendekatan intensitas tinggi dan struktur permainan yang menuntut pemain untuk aktif menekan. Formasi yang digunakan ketika menghadapi Inter adalah 3-4-2-1, dengan Koné dan Cristante berada di area tengah serta Dybala, Soulé, dan Malen memberikan dukungan di area ofensif.
Pendekatan tersebut dapat memberikan masalah bagi Como, terutama apabila Roma berhasil merebut bola di sepertiga akhir. Namun, sistem agresif juga membuka ruang di belakang pemain yang maju menekan. Como dapat memanfaatkan situasi tersebut melalui transisi cepat dan pergerakan pemain sayap.
Pertarungan di lini tengah kemungkinan menjadi pusat pertandingan. Como membutuhkan kemampuan Paz dan pemain kreatif lainnya untuk mempertahankan penguasaan bola, sedangkan Roma akan berusaha memenangkan duel fisik dan segera mengubah perebutan bola menjadi serangan.
Prediksi Susunan Pemain Como vs Roma
Untuk Como, komposisi yang dimainkan pada pertandingan sebelumnya memberikan gambaran mengenai pilihan Fabregas. Dalam kemenangan 2-1 atas Parma, Como menurunkan Jean Butez di bawah mistar, dengan Yan Couto, Ramón, Marc-Oliver Kempf dan Kaiki di lini belakang. Máximo Perrone dan Lucas Da Cunha bermain di area tengah, sementara Diao, Paz, dan Baturina mendukung Kean di depan.
Namun, kekalahan dari Frosinone dan jarak waktu menuju pertandingan melawan Roma membuat perubahan tetap mungkin terjadi. Fabregas dapat melakukan penyesuaian berdasarkan kondisi fisik pemain setelah jeda internasional serta kebutuhan menghadapi pressing Roma.
Roma kemungkinan mempertahankan struktur tiga bek yang telah digunakan Gasperini. Dalam pertandingan melawan Inter, Roma bermain dengan Svilar sebagai penjaga gawang, Mancini, Balerdi, dan Hermoso di lini belakang, kemudian Wesley, Koné, Cristante, dan Molina di area tengah. Dybala dan Soulé mendukung Malen di lini depan.
Akan tetapi, kondisi Malen, Cristante, dan Wesley membuat komposisi tersebut belum dapat dianggap final. Perkembangan kebugaran selama jeda internasional akan sangat menentukan susunan pemain pada pertandingan 11 Oktober.
Baca Juga: Prediksi Skor Inter Milan vs Parma 11 Oktober 2026
Prediksi Skor Como vs Roma
Melihat performa sampai 25 September 2026, prediksi skor Como vs Roma mengarah pada pertandingan yang berlangsung ketat dengan peluang gol dari kedua tim. Como memiliki keuntungan bermain di Sinigaglia dan telah membuktikan mampu mencetak banyak gol ketika bermain agresif, tetapi Roma memiliki konsistensi hasil Serie A yang lebih baik pada awal musim.
Roma juga memiliki pengalaman menghadapi pertandingan berintensitas tinggi. Mereka mampu mengalahkan Torino 2-0 di laga tandang dan kemudian menahan Inter 2-2 setelah sempat unggul dua gol. Catatan tersebut memberikan indikasi bahwa Roma memiliki kapasitas untuk menciptakan peluang di luar kandang sekaligus menghadapi tekanan dalam pertandingan besar.
Di sisi lain, Como tidak dapat diremehkan. Kemenangan 4-1 atas RB Leipzig dan hasil positif melawan Napoli serta Genoa menunjukkan bahwa mereka mempunyai kualitas ofensif yang cukup untuk menghukum pertahanan yang memberikan ruang. Faktor kandang juga menjadi pertimbangan penting karena Como telah mengalahkan Roma dalam dua pertemuan terakhir di Sinigaglia.
Dengan mempertimbangkan produktivitas kedua tim, rekor pertemuan terbaru, performa awal musim, faktor kandang, serta kondisi pemain yang masih dapat berubah selama jeda internasional, prediksi skor akhir untuk pertandingan ini adalah:
Como 1-2 Roma.
Prediksi tersebut bukan jaminan hasil pertandingan, melainkan proyeksi berdasarkan informasi yang tersedia hingga 25 September 2026. Jika Malen, Cristante, dan Wesley pulih sepenuhnya, komposisi Roma dapat kembali mendekati kekuatan terbaiknya. Sebaliknya, Como memiliki peluang memperpanjang catatan positif di Sinigaglia apabila mampu menghindari kesalahan saat menghadapi pressing dan memaksimalkan peluang yang tercipta.
Faktor yang Bisa Menentukan Hasil Pertandingan
Efektivitas penyelesaian akhir akan menjadi salah satu faktor terpenting. Como menciptakan banyak peluang saat melawan Frosinone tetapi gagal mencetak gol, sementara Roma menunjukkan kemampuan mencetak gol dengan cepat ketika menghadapi Inter.
Faktor kedua adalah transisi setelah kehilangan bola. Kedua tim memiliki pemain yang mampu menyerang ruang dengan cepat, sehingga kehilangan bola di area tengah dapat langsung berubah menjadi peluang bagi lawan.
Kondisi fisik juga patut diperhatikan karena pertandingan berlangsung setelah jeda internasional. Roma memiliki banyak pemain yang dipanggil tim nasional, sementara beberapa pemain inti harus menjalani pemulihan. Como juga memiliki sejumlah pemain yang menjalani agenda kompetitif bersama negara masing-masing, sehingga kesiapan fisik pada hari pertandingan dapat berbeda dibandingkan kondisi mereka sebelum jeda.
Terakhir, faktor kandang bisa memberikan pengaruh besar. Sinigaglia telah menjadi lokasi kemenangan Como atas Roma dalam dua pertemuan Serie A terakhir, sehingga Roma perlu mengantisipasi tekanan dari tuan rumah sejak menit pertama.
Kesimpulan
Como vs Roma pada 11 Oktober 2026 memiliki sejumlah elemen yang membuat pertandingan ini menarik untuk diikuti. Como mempunyai kreativitas, produktivitas, dan keuntungan bermain di Sinigaglia, sedangkan Roma datang dengan catatan tidak terkalahkan di lima pertandingan Serie A pertama serta struktur permainan agresif di bawah Gasperini.
Riwayat pertemuan terbaru menunjukkan persaingan yang seimbang, dengan masing-masing tim memenangkan dua dari empat pertemuan Serie A terakhir. Karena itu, perbedaan kualitas di atas kertas tidak otomatis membuat pertandingan berjalan mudah bagi salah satu tim.
Untuk sementara, prediksi Como vs Roma mengarah pada kemenangan tipis tim tamu dengan skor 2-1. Namun, keputusan akhir akan sangat dipengaruhi kondisi pemain setelah jeda internasional, susunan pemain resmi, dan kemampuan masing-masing tim mengontrol pertandingan sejak awal.
Ikuti perkembangan terbaru menjelang 11 Oktober, termasuk kabar cedera, susunan pemain resmi, statistik pertandingan, dan perubahan prediksi skor Como vs Roma sebelum kick-off.










